TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI BENTUK KEIMANAN KITA KEPADA ALLAH

Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan alam. Dunia yang menjadi tempat tinggal manusia beserta isinya sama-sama makhluk Allah yang selalu memuji asma-Nya. Merusak alam berarti secara tidak langsung akan merusak kehidupan manusia karena manusia sangat bergantung pada alam. Akhlak kepada alam berarti tingkah laku kita kepada lingkungan sekitar,bagaimana kita bisa menjaga apa yang  ada disekitar kita baik berupa hewan,tumbuh-tumbuhan,gunung,sungai dan lain  sebagainya. Bahkan secara lebih luas,akhlak kepada alam berarti bagaimana cara kita berbuat  baik kepada seluruh ciptaan Allah yang ada di alam semesta. Al-Qur‟an telah mengingatkan  manusia bahwa segala kerusakan yang ada didunia ini akibat dari perbuatan manusia.  Manusia serakah yang hanya mementingkan kepentingan dirinya demi mendapatkan  kenikmatan dunia . Allah berfirman yang Artinya:”Telah nampak kerusakan di darat dan dilautan  disebabkan kerena ulah tangan-tangan manusia”(Ar-Rum:41). Apa yang disebutkan oleh al- Qur‟an pada ayat diatas telah dapat kita lihat sejak dahulu. Rosulullah telah memberikan contoh kepada umatnya agar selalu menjaga dan berbuat baik kepada semua makhluk Allah. Hal ini nampak ketika Nabi Muhammad melarang pasukan islam untuk merusak bangunan,tanaman ketika berperang. Manusia sebagai khalifah diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola bumi dan mengelola alam semesta ini. Manusia diturunkan kebumi untuk membawa rahmat dan cinta kasih kepada alam seisinya. Oleh karena itu, manusia mempunyai tugas dan kewajiban terhadap alam sekitarnya, yakni melestarikannya dengan baik merupakan Akhlak Kepada Alam Semesta.

Komentar